Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran ibu rumah tangga dalam pemanfaatan pekarangan rumah sebagai strategi untuk meningkatkan penghasilan keluarga di Desa Nagur, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai. Desa ini merupakan salah satu wilayah dengan tingkat ekonomi rendah di mana penduduknya, khususnya ibu rumah tangga, harus mencari cara untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Selain bekerja sebagai buruh kebun, ibu rumah tangga juga aktif memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pendapatan tambahan dengan berbagai kegiatan, termasuk pertanian, peternakan, dan usaha kecil. Metode Chi-square dan metode Likert digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan dari 36 responden. Analisis Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendapatan rata-rata suami dan keputusan ibu rumah tangga dalam memilih jenis pekerjaan, baik sebagai buruh kebun atau mengelola pekarangan rumah (χ²(2) = 12.8247, p < 0.05). Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendapatan rata-rata suami dan keputusan ibu rumah tangga dalam memilih bekerja. Ibu rumah tangga dengan pendapatan suami kurang dari 3 juta cenderung bekerja sebagai buruh kebun, sementara yang memiliki pendapatan antara 3 juta hingga 4 juta lebih memilih untuk mengelola pekarangan rumah. Analisis peran ibu rumah tangga menggunakan metode Likert ditemukan cukup tinggi, yakni 89.9% responden menunjukkan pentingnya peran ibu rumah tangga dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk peningkatan ekonomi keluarga.
Kata kunci: Peran Ibu Rumah Tangga, Chi-Square, Likert, Desa Nagur.