Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan usahatani jagung di nagori bayu bagasan kecamatan tanah jawa kabupaten simalungun, dan sekaligus mengetahui faktor -faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung.Data yang digunakandalampenelitianiniadalah data primer yang diperoleh dari wawancara langsung kepada petani.Dan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait.Responden yang diwawancarai sebanyak 30 petani.Model analisis yang digunakan adalah R/C dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jagung di Nagori Bayu Bagasan menguntungkan dan layak dikembangkan dengan nilai R/C sebesar 2,15 artinya setiap pengeluaran sebesar Rp 1akan memberikan penerimaan sebesar Rp2,15. Dari hasil rata-rata produksi per usahatani 1.873 kg jagung dengan harga jual rata-rata per usahatani Rp. 3.556,67 sehingga didapatkan rata-rata penerimaan per usahatani sebesar Rp 6.687.183,33. Dengandemikian pendapatan usahatani jagung per hektar yaitu Rp.11.275.353,53.R/C dari hasil penelitian adalah 2,15 > 2 artinya setiap pengeluaran sebesarRp 1 akan memberikan penerimaan sebesarRp 2,15.Berdasarkan dari hasil analisis penelitian di Nagori Bayu Bagasan, Kabupaten Simalungun diperoleh R/C 2,15 artinya adalah bahwa R/C tersebut ≥ 2. Hal ini telah menunjukkan bahwa usahatani jagung di Nagori Bayu Bagasan menguntungkan dan layak dikembangkan. Hasil penelitian dari Analisis Regresi Linear Berganda bahwa faktor tenaga kerja dan produksi berpengaruh sangat nyata sedangkan luas lahan dan modal tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani jagung di Nagori Bayu Bagasan Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun.