Tujuan dalam penelitian ini (1) Untuk mengetahui perbandingan biaya produksi usahatani terpadu dengan usahatani monokultur dan (2) Untuk mengetahui perbandingan pendapatan usahatani terpadu dengan usahatani monokultur di Huta Bagasan Nagori silampuyang,Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalugun. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 27 orang petani. Metode analisis data menggunakan (1) analisis biaya produksi dan (2) analisis Usahatani menghitung pendapatan dan uji t beda rata-rata. Hasil Penelitian (1) Rata-rata biaya produksi usahatani terpadu I (kambing-sayuran) memiliki nominal yang lebih besar dibandingkan dengan usahatani terpadu II (kambing-jagung) dan monokultur jagung, dimana besaran nominal biaya produksi terpadu I (kambing-sayuran) Rp. 10.958.667/4bulan, dengan usahatani terpadu II (kambing-jagung) Rp. 5.621.901/4bulan dan monokultur jagung Rp1.958.605/4 bulan. (2) Hasil uji t beda rata-rata didapatkan bahwa nilai mean menunjukan perbedaan rata-rata pendapatan pada usahatani terpadu dengan usahatani monokultur. Dibuktikan dengan dengan nilai sig (2-tailed) masing-masing sebesar (0,001;0,009 < 0,05), artinya terdapat perbedaan rata-rata pendapatan yang signifikan, dimana nila rata-rata pendapatan usahatani terpadu I (kambing-sayuran) Rp.7.960.333/4bln, dengan usahatani terpadu II (kambing-jagung) Rp.4.240.004/4bulan dan monokultur jagung Rp. 1.491.395/4bln.